Senin, 08 Oktober 2007

selamat ulang tahun


Selamat ulamg tahun




Di tanggal 24 November nanti aku akan genap 17 tahun. Dan pada hari itu juga aku ingin yogi pacarku adalah keapten tim klub basket di sekolah kami bias menemani ku seharian jalan-jalan ke pantai atau kemana aja yang dia dan aku suka , tapi nyatanya.


‘’apa kamu nggak bias pergi jalan-jalan dengan ku tanggal 24 november nanti?’’ kata Arika.


‘’iya kami ada pertandingan di tanggal 20-24 November nanti’’. katanya tanpa melihat ku, karena sedang mencari bis dari klub basket yang belum juga datang.


‘’yogi masa nggak bias sebentar aja?’’ Kataku sedikit manja.


‘’Nggak bisa arika tanggal 20-24 November aku nggak ada disini, karena aku harus ikut lomba basket di luar kota dan tanggal 24 itu pinal, dan sekaligus acara penutupnya’’.


Tak lama kemudia datang juga bis yang sejak tadi di tungguinya dan teman-teman yang lain.


‘’sudah dulu ya, aku harus berangkat’’. Katanya sambil tersenyum dan mengusap kepalaku, lalu masuk kedalam bis. Aku hanya bisa mengiyakan dengan mengangguk. Setelah bus pergi, aku langsung pulang, kebetulan ada taksi yang lewat aku langsung aja naik. Di dalam taksi aku berpikir masa dia nggak ingat hari ulang tahunku, apa dia lupa hari ulang tahunku ya, tapi masa udah pacaran 6 bulan dia masih lupa sama ulang tahunku? Kata ku dalam hati. Nggak terasa taksi sudah sampai di depan rumahku, aku membanyar taksi dan bergegas turun dari taksi itu.



**********



Selesai mandi aku kembali melamun tentang kejadian pulang sekolah tadi. Tok. Tok. Tok.


‘’masuk’’. Kataku malas. Orang tersebut pun masuk sambil tersenyum, ternyata dia adalah sari sahabatku dari Smp. sari duduk diatas ranjangku, sambil memandangku yang dari tadi diam aja.


‘’kenapa sih kok dari tadi diem aja nggak suka ya aku datang’’. Katanya sedikit marah karena dari tadi aku diamin.


‘’nggak kok aku seneng kamu dateng, cuman aku males aja bicara’’.


‘’nggak biasanya deh kamu diaem, kalo aku dateng pasti ngomong terus kaya bebek ceritain tentang pacar kamu yang kamu bialng jago dalan main basket’’. Katanya bercanda dan membuat aku tersenyum sedikit.


‘’pasti lagi ada masalah ya kan’’. Katanya lagi.


‘’iya’’. Kataku sedih.


‘’emang apa kalo aku boleh tau?’’ Katanya dengan wajah yang ingin sekali tau masalah apayang sedang di hadapi sahabatnya. Aku menceritakan kejadian tadi siang, tentang yogi bertanding di tanggal 24 November dan yogi tidak ingat ulang tahunku.


‘’apa dia bertanding 24 November?’’ katanya sedikit berteriak setelah mendengar ceritaku.


‘’Iya apa boleh buat’’. Kataku. Tapi hari itu kamu kan ulang tahun? Katanya dengan nada yang halus.


‘’apa boleh buat hari itu dia ada pertandingan yang penting buat dia’’. Kataku muali sedih.


‘’putusin aja arika, masa ulang tahun pacarnya sendiri nggak ingat keterlaluan banget’’. Katanya memberikan aku saran.


‘’mau bagaimana lagi, aku sudah janji sejak kami pacaran, 6 bulan yang lalu saat kunyatakan perasaanku padanya. Katanya aku belum mau pacaran saat ini, aku sedang serius latihan basket, mendingan kamu cari orang lain aja. Terus aku bilang.


‘’Aku paling suka melihat dia main basket. Aku nggak keberatan kalau dia lebih mementingkan basket dari pada aku’’


‘’Ya sudah kalo begitu’’ Katanya.


‘’Kamu taukan saat itu perasaan ku sangat senang’’. Kataku panjang lebar dengan wajah yang berseri-seri.


Kami terdiam sebentar sepertinya sari mencari kata-kata yang tepat untuk diucapkannya padaku.


‘’terus gara-gara janjimu dia melupakanmu, itu namanya dia sudah keterlaluan’’. katanya mulai kesel karena temannya sudah dipermainkan sama cowok, dan kesel juga sama arika yang nggak ngerti-ngerti juga apa yang di maksudnya.


‘’iya apa boleh buat aku sudah terlanjur janji’’. Kataku dengan wajah menyesal.


‘’aku mau tanya, apa dia pernah menghubungi telpon rumahmu atau hpmu?’’ Katanya dengan wajah serius.


‘’Satu kalipun nggak pernah?’’ Kataku sambil menggeleng.


‘’Apa dia pernah ngajak kamu jalan?’’ katanya masih dengan wajah seriusnya.


‘’dia kan harus ke klub’’. Kataku dengan wajah sedih sekaligus bingung kenapa sari tanya aku yang aneh-aneh.


‘’masa malam minggu atau hari minggu juga nggak’’. Katanya lagi.


‘’iya nggak pernah. Kenapa sih tanya yang aneh-aneh?’’. Kataku akhirnya berontak juga.


’’karena kalo begitu kamu bukan pacarnya, masa pacar udah 6 bulan nggak pernah jalan satu kalipun’’.


‘’iya aku kan udah bilang kalau dia sibuk’’. Kataku dengan wajah cemberut.


‘’arika kamu tuh polos atau bego. Pacarku aja meski sesibuk apapun dengan urusannya sebagai ketua osis, masih sempat telpon atau sms aku dan sesibuk apapun dia pasti ngajak aku jalan kalo malam minggu’’. Katanya dengan wajah yang bangga. Sari emang punya pacar ketua osis dan mereka udah jadian sejak 3 smp.


‘’bodo amat yang penting kan aku masih bisa liat dia kalo lagi berenang di samping rumahku’’. Kataku dengan bangga. Emang rumahku ini sebelahan dengan klub basket yang biasanya di pakai klub yogi setiap hari senin, rabu, dan jum’at, dan aku selalu melihatnya dari balik jendela kamarku yang berada di lantai dua. Kalo hari lain yogi biasanya berenang dikolam basket umum dersama teman-temannya.


‘’apa enaknya kalo hanya melihat dari jendela?’’. Katanya berteriak di telingaku. ‘’biarin aja aku bahagia kok’’. Kataku berbohong, padahal dalam hatiku, aku masih bimbang.


Kami terdiam beberapa menit tanpa ada yang berbicara satu pun. Aku memandang sari yang sepertinya sedang mencari topik untuk berbicara. Tiba-tiba.


‘’arika aku dapat ide’’. Katanya sedikit berteriak, membuatku kaget.


‘’apaan sih teriak. Dapat ide, dapat ide aja nggak usah teriak-teriak dong bikin kaget aja’’ kataku kesel.


‘’iya deh maaf’’. Katanya menyesal.


‘’emang apa idenya?’’. Tanyaku.


‘’begini kamu ajak aja dia jalan besok malam gimana?’’. Katanya bersemangat.


‘’iya tapikan besok dia latihan sampai jam 7 malam’’. Kataku.


‘’kan bisa abis latihan’’. Katanya dengan lembut.


‘’tapi kanyanya dia nggak mau, pasti cape abis latihan’’. Kataku lagi.


‘’kalau dia nggak mau berarti dia nggak sayang sama kamu’’. Katanya dengan wajah serius dan membuat aku terdiam untuk memikirkan kata-katanya.


‘’aku pulang dulu ya udah sore nih, pikirin omonganku tadi’’. Katanya berpamitan dan membuatku berhenti melamun.


’’iya hati-hati ya’’. kataku.


Setelah sari pulang, aku berpikir apa yang sudah di ucapkan sari itu ada benarnya. Memang selama ini yogi nggak pernah telpon aku, ajak jalan kalo malam minggu. Tapi masa dia jadian sama aku cuman karena rasa kasian . Ya aku harus membuktikannya sendiri besok setelah aku akan menemuinya untuk ngajak jalan dia. Malam pun semakin larut aku pun membaringkan badanku di tempat tidur dan tak lama aku tertidur.


Hari ini tidak ada sama sekali pelajaran yang aku mengerti karena pikiran ku selalu menanyakan apakah yogi menyukaiku atau apa dia mau ku ajak jalan. Akhirnya bel pun berbunyi, aku keluar kelas dengan berlari, takut yogi udah duluan pergi keklub. Saat aku sudah di depan kelas yogi, ternyata yogi sudah ada di depan pintu bersama temannya.


’’arika ngapain disini’’. Katanya kaget melihatku datang tiba-tiba.


‘’aku mau ngomong sama kamu sebentar bisa’’. Kataku.


‘’ngomong apa’’. Katanya.


‘’nanti malam bisa jalan nggak?’’. Kataku langsung menanyakan apa yang ada dipikiranku.


‘’nanti malam... kanyanya nggak bisa soalnya aku mau ngerakan tugas makala bahasa Indonesia dirumah temanku’’. Katanya menolah.


‘’kalo begitu besok malam gimana?’’. Kataku belom menyerah.


‘’tapi aku ada latihan sampai jam 6 sore’’. Katanya masih menolak.


‘’kalo gitu jam tujuh malam giman?’’. Tataku masih ngotot.


‘’ya udah kalo gitu ketemuannya dimana’’. Katanya mengalah. ‘’ditaman aja’’. Kataku girang.


‘’udah ya aku mau ke klub dulu’’. Katanya berpamita.


’’iya aku juga udah mau pulang dah...’’. kataku.


’’ya udah dah...’’. Katanya sambil tersenyum dan pergi.



**********



Hari ini hari minggu,dua jam lagi aku akan ketaman menemui yogi, tapi sebenarnya aku agak nggak enak badan, karena gara-gara milih baju apa yang akan digunakan aku sampai begadang. Karena ini adalah jalan-jalan pertama kami maka aku nggak mau melewatkannya, biarpun agak sedikit sakit aku pasti datang.


Aku tiba lebih awal sepuluh menit dari waktu yang dijanjikan, karena terlalu bersemangat makanya aku datang lebih awal. Akhirnya sekarang sudah jam delapan tapi yogi belom juga datang, apa dia lupa ya. aku merasa badanku terasa menggigil karena disini hawanya dingin sekali. Akhinya yogi datang juga setelah menunggu dua jam, dengan kepala yang terasa berat, karena pusing aku berdiri.


‘’maaf... maaf aku telat’’. Katanya dengan wajah yang menyesal.


‘’nggak pa-ap yang penting kamu datang’’. Kataku sambil memegagi kepala ku yang semakin terasa sakit.


‘’maaf... aku bener-berar menyesal, karena aku lupa nggak ingat sama janji kita tadi’’. Katanya menyesal. Apa dia lupa janjian jalan denganku dan juga dia lupa ulang tahun ku. Ternyata sari bener aku hanya bertepuk sebelah tangan.


‘’ternya selama ini aku hanya bertepuk tangan’’. Kataku dan membuat yogi sedikit bingung. Akhirnya aku terjatuh karena sudah tidak tahan lagi dengan sakit kepalaku.


Saat aku bangun aku sudah ada dirumah, aku melihat mama yang sedang membawakanku sarapan.


‘’sudah bangun ya mama sudah mengizinkan mu untuk tidak turun hari ini’’.


‘’ma siapa yang menantarkan ku tadi malam?’’.


‘’kalau nggak salah namanya yogi, dia yang mengendong sampai kekamar’’. Kata mama. Aku melihat ternyata jaket yang dipakai yogi sekarang sedang ku gunakan.



**********



Tiga hari sudah aku terbaring diatas tempat tidur dan tidak turun sekolah, akhirnya aku sembuh juga dan hari ini aku akan menemui yogi untuk mengembalikan jaketnya.


Aku sudah ada didepan tempat lalihan yogi tapi yogi belum juga selesai. Teman-temannya yogi keluar aku berdiri dari tempat duduk yang sudah aku duduki sejak setengah jam yang lalu. Siapa tau yogi ada disitu.


‘’permainannya yogi makin jelek sekarang, padahal pertandingan sudah dekat’’. Kata salah satu temannya yang tak sengaja ku dengar.


’’iya sepertinya dia banyak pikiran’’. Kata temannya lagi. Tak lama mereka pun pergi karena sudah mendapatkan taksi. Pasti yogi banyak pikiran karena aku bicara seperti kemarin.


‘’arika...‘’ katanya mengagetkan ku yang entah sejak kapan ada disitu.


‘’aku sedang menunggu kamu untuk mengembalikan ini, terima kasih ya’’. Kataku sambil memberikan jaketnya.


‘’iya’’. Katanya sambil mengambil jaketnya.


‘’yogi terima kasih selama ini sudah mau menjadi pacarku selama ini aku sangat bahagia bisa pacaran sama kamu ’’. Kataku.


‘’arika kamu ngomong apa?’’. Katanya bingung. Aku mendekatkan tubuhku dan derjijit untuk merahi kera kemejanya lalu aku mencium pipinya yogi.


‘’ini ciuman perpisahan, terima kasih atas semuanya, menang ya dalam pertandingan nanti aku akan mendoakanmu’’. Kataku sambil tersenyum lalu aku berlari meninggalkan yogi yang terdiam karena terkejut aku mencium pipinya. Aku sayang sama yogi, pada saat aku jadian aku semakin sayang lagi sama dia, maka dari itu aku nggak mau selamu merepotkannya. Kataku dalam hati sambil menangis.


**********



Hari ini adalah ulang tahunku. Aku meranyakan ulang tahunku bersama kedua orang tuaku dan sari dbersama pacarnya. Kemarin yogi berangkat bertanding, semoga dia menang.


‘’ selamat ulang tahun ya’’. mkata sari sambil mencium kedua pipiku. Setelah acara makan selesai sari dan pacarnya berpamitan pulang, aku mengantarnya sampai didepan pintu, lalu aku masuk kekamarku dan hanya terdiam diatas ranjang. Jam sepuluh malam Hpku berbunyi menandakan ada sms, siapa sih jam segini. Datang sekarangke lapangan basekt. Begitu bunyinya didalam aku berpikir sebentar siapa yang mengirimkan sms ini jangan-jangan... tanpa pikirpanjang lagi aku langsung lari kelapangan basket. Aku masuk kedalam gedung terbuka itu. Mencari siapa yang sudah mengirim pesan tadi.


‘’selamat ulang tahun arika’’. Kata yogi yang datang tiba-tiba. Ternyata benar dia sudah kuduga tapi aku masih tidak percanya.


‘’yogi...’’ kataku masih tidak percanya kalau dia yang datang.


‘’setelah acara penutupan selesai aku langsung keterminal bis untuk kesini, karena hari ini adalah ulang tahun gadis yang ku sukai maka apa pun yang terjadi aku pasti datang menemuinya’’. Katanya sambil memperlihatkan mendali emas yang menandakan bahwa dia dan teman-temannya juara satu.


’’yogi kamu menang selamat ya’’ kataku sambil tersenyum. Tiba-tiba saja dia memelukku dan berkata.


’’jangan pernah mengucapkan kata perpisahan lagi ya, mulai sekarang kamu sama pentingnya dengan basket’’. Katanya sambil melepaskan pelukannya lalu tersenyum.


‘’iya’’. Kataku membalas senyumannya dengan perasaan yang sangat bahagia. Ulang tahunku kali ini kulewati dengan sangat bahagia dari ulang tahunku yang sebelumnya.




Tidak ada komentar: